Text
Salah Asuhan
Secara tematik, Novel Salah Asuhan telah mengalami pergeseran dari novel-novel pendahulunya. Abdoel Moeis tidak lagi mempersoalkan adat, tetapi menyuguhkan masalah yang lebih besar dari itu: perkawinan campur antar bangsa. (Helvy Tiana Rosa, Anggota Majelis Sastra Asia Tenggara)rnSalah Asuhan adalah tonggak sastra kontemporer pada zamannya, ia memiliki tema aneh, dan barangkali dianggap lancang pada saat itu. Bagaimana mungkin seorang Hanafi yang hanya pribumi, yang notabene adalah kelas rendah untuk pandangan kelas yag diterapkan Hindia Belanda bisa mencintai dan menikah dengan perempuan Belanda? Pertentangan-pertentangan psikologispertentangan keyakinan di mana nilai agama dan nilai-nilai tradisi menjadi persoalan serius (yang membuat tokoh dianggap menyimpang) menjadikan novel ini terasa getir dan memilukan. Inilah potret-potret manusiadengan segala kelebihan dan kekurangannya yang dilukiskan secara telanjang dan cerdas. Sebuah Novel yang tetap berharga untuk kembali dibaca (joni ariadinata sastrawan redaktur majalah sastra horison)rn
Tidak tersedia versi lain