Gunung Sinabung erupsi dan penduduk kampung harus segera pergi ke tempat penampungan pengungsi. Sayangnya Oro tertinggal dan dia harus mencari Monang, teman sejatinya di mana mana. Akankah dia bertemu kembali dengan teman sejatinya?
Buku ini bercerita soal Yori yang menemukan kemiri bertunas di pinggir jalan. Dibantu kakeknya, ia pun menanam kemiri tersebut. Namun sayang, desa tempat tinggal Yori mengalami kekeringan sehingga kemirinya sulit untuk tubuh subur.
Tanaman kemiri Yori sudah tumbuh, tapi… kok, enggak setinggi tanaman yang lainnya, ya? Kakek pun mengajak Yori untuk membuat pupuk alami bersama-sama, dengan mengandalkan bahan-bahan di sekitar mereka.
Ramon suka menggambar. Kapan pun. Apa pun. Di mana saja.
Menggambar adalah apa yang Ramon lakukan. Itu yang membuatnya bahagia. Namun dalam sepersekian detik, semua itu berubah. Sebuah komentar sembrono oleh kakak laki-laki Ramon, Leon, mengubah sketsa Ramon yang riang menjadi perjuangan yang tidak menyenangkan.
Cici, peri kecil yang lincah sedang bingung. Karen, sahabatnya, hari ini berulang tahun, tapi ia belum punya kado untuknya. Karen suka Lidi-lidi Geli, kue Lupa-lupa Ingat, atau Boneka Dadadidu – wah, itu apa saja ya? Tapi Karen malah tidak mau apa-apa.
bercerita tentang persahabatan Jojo dan Rafa. Jojo bertemu seorang teman baru bernama Fafa. Di tempat baru Jojo mulai bermain sepak bola bersama. Akan tetapi, Fafa terlihat selalu diam selama permainan berlangsung. Tiba-tiba sebuah kecelakaan terjadi dan Jojo menemukan sesuatu tentang teman barunya. Apakah yang akan Jojo pelajari dari Fafa yang pendiam?
Toro bertemu Ajeng, tetangga barunya di desa. Keluarga Ajeng memiliki seperangkat gamelan Jawa. Toro tertarik dengan salah satu gamelan yang disebut gong. Seperti apa suara yang dihasilkan oleh gong raksasa itu?
Dama ikut ayahnya mencari ikan di laut.
Dama belajar cara menangkap ikan dengan jaring dan perangkap.
Tiba-tiba ia melihat seekor ikan yang sangat besar mendekati perahu mereka.
Apa yang akan Dama lakukan terhadap ikan itu setelah ikan mendekat?